Minggu, 14 Desember 2014

Malam basah di pertengahan penghujung tahun.

Malam yang dingin bagai angin musim gugur di negara tropis. Malam ini entah kenapa saya ingin menulis sejenak, setelah dua postingan sebelumnya saya selesaikan dan juga dengan menyelesaikan tugas rempeng saya, saya pun berniat untuk menulis kembali. Malam ini 23.16 wib saya sedang menulis -entah apa yang akan saya tulis-. Yang jelas saya sedang ingin berbagi tulisan. Kebanyakan orang pasti sudah terlelap ke alam mimpinya masing-masing, tetapi saya masih terjaga dengan khayalan penuh fatamorgana dan jemari yang tak berhenti menekan tuts-nya. Ya, ada yang sedang saya pikirkan saat ini, bersamaan dengan hujan yang membasahi bumi. Ada banyak pikiran yang sulit dideskripsikan. Saya pernah membaca novel yang mengandung quotes didalamnya, "Reading is hot, writing is cool". Ya saya sudah menyadari salah satu hobi saya sejak kecil adalah membaca, membaca dimana saja, apa saja, diatas motor, didapur sembari makan, dan masih banyak kegiatan lain yang saya sertakan dengan membaca. Tetapi saya belum bisa menulis, saya orangnya suka stuck dijalan, apalagi kalau kehabisan ide mau nulis apa, seperti note-note yang selalu saya beli tapi hanya ditulisi paling banyak 3 lembar saja dan selebihnya hanya tersusun apik dilemari berdinding kaca. Menulis blog juga sebelumnya asal-asalan, saya punya banyak blog tapi begitulah, penulis nya asal-asalan, apalagi ketika itu saya masih dikategorikan siswi smp. Jadi bisa dibayangkan saja awut-awutan nya blog saya dulu haha. Tapi bukan cuma hal itu yang mendekam dibenak saya, ada satu hal lagi yang terjadi malam ini. Ya, saya dan partner saya malam ini, yang bisa saya tarik kesimpulan dari apa yang barusan terjadi, karena saya tidak ingin bercerita panjang lebar disini, inti dari percakapan malam ini adalah "Kita tidak pernah mau keluar dari rumah masing-masing". Tentunya kebanyakan orang sudah paham dengan maksud dari kalimat saya. Jadi tidak perlu saya jelaskan lagi. Saya disini bukan bermaksud untuk membuat seluruh dunia tahu, toh saya cuma blogger yang menulis sepotong kalimat yang minim informasi. Pikiran inilah yang menyebabkan saya masih menulis hingga detik ini, yang membuat mata saya melek, apalagi diiringi dengan lagu Remember-nya mocca, tentunya akan agak sulit tidur nantinya. Tapi ah sudahlah, urusan tidur menyusul belakangan. Meskipun saya berkata begitu, tapi kenyataannya besok adalah hari senin, hari dimana semua aktivitas awal dari sebuah minggu akan dimulai. Ya saya menyebutnya sebuah, karena minggu bisa dihitung jumlah bilangannya dan saya beragumen -yang baru saja saja cetuskan-, setiap hal mempunyai nyawa. Termasuk minggu, meski kurang bisa diterima akal sehat. Tapi ah biarlah, i said what i think. Tapi penulisan postingan kali ini tentu kurang lengkap tanpa secangkir coklat hangat buatan ibu sebelum tidur. Tapi tentulah ini sudah terlalu malam untuk membuat secangkir milo hangat apalagi kalau maunya bikinan ibu saya. Bisa-bisa dimarahi saya jadinya. Mungkin tidur disertai melanjutkan membaca novel naked traveller adalah ide yang tepat untuk menghabiskan malam yang basah ini.
Selamat terlelap dan berlayar ke alam mimpi semua.*nahan perut lapar karena belum makan dan nahan milo hangat*



Sekayu, 23.36
Sekayu sedang hujan yang akan bermetamorfosa menjadi rintik.



SAM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar